BERAPA SIH TARIF INTERNETNYA INDOSAT?

BERAPA SIH TARIF INTERNETNYA INDOSAT?Mungkin saat ini masih ramai orang membicarakan mengenai tarif telepon atau sms, namun ada kalangan tertentu atau yang punya hobby internet masih pada bingung dan banyak yang belum tahu, GPRS nya indosat tuh brapa sih tarifnya? Indosat sendiri mempunyai banyak produk kartu yaitu : 1. Mentari 2. IM3 3. Starone 4. Matrix 5. Matrix Broadband Dari Kartu kartu tersebut, masing-masing mempunyai perhitungan tarif yang berbeda-beda untuk GPRS nya. Lalu jika berbeda-beda, mana yang lebih murah dan menguntungkan? MENTARI dan IM3 Mentari dan IM3 adalah produk prepaid/prabayar indosat. Untuk tarif telpon dan SMS dari kedua kartu tersebut memang berbeda sesuai dengan paket-paket yang ada, namun untuk urusan tarif GPRS ternyata sama yaitu Rp 1,- /kb atau Rp 100,- /menit. Ternyata prepaid tersebut bisa disetting untuk volume based atau time based. Lalu bagaimana mengunakan kedua tarif tersebut dan kapan sebaiknya menggunakan salah satu dari pilihan tersebut? Untuk penggunaan tarif Rp 1/kb, maka settingannya seperti biasanya ( ada penjelasan blog saya sebelumnya ), namun jika ingin mengunakan Rp 100/menit maka yang perlu diisi adalah : • username : indosat@durasi • pasword : indosat@durasi Tarif tersebut berlaku untuk dijaringan 2G/3G, dalam arti tetap sama saja tarifnya. Lalu kapan penggunakannya? Jika anda dalam jaringan 3G dan ingin download file yang besar sebaiknya anda mengunakan yang durasi, namun jika hanya untuk browsing dan berada dalam jaringan 2G, sebaiknya pakai yang volume based. Kok bisa begitu? Silahkan dicoba aja, mana yang lebih murah? Namun ada pengalaman juga, bahwa dalam jaringan 3G, saya biasanya dalam 6 jam menghabiskan 35Mb atau sekitar rp 35.000, andaikan pakai yang durasi maka 6x(60×100)= Rp 36.000,- kok hampir sama ya? Ya tentunya, udah diperhitungkan kok sama indosat Perlu dicatat, perhitungan tarif untuk mentari agak berbeda, saat penggunaannya langsung memotong Rp 500,- sampai kuotanya abis, kemudian memotong Rp500,- lagi dan seterusnya. Untuk IM3 akan langsung memotong sesuai dengan penggunaannya. Dan sebenarnya tarif ini sudah dimulai semenjak bulan Mei 2007 dan kemungkinan akan berakhir sampai dengan 8 Januari 2008. Sampai menunggu perubahan lebih lanjut. STARONE Untuk kartu Starone terbagi dua macam yaitu : 1. Jagoan (prepaid) o Untuk kartu ini juga menggunakan 2 tarif yaitu volume based dan time based. Jika menggunakan Volume Based maka tarifnya Rp 3,-/kb. Sedangkan jika ingin menggunakan Time Based maka tarifnya Rp 111,-/menit. Lalu bagaimana menggunakan untuk tarif2 tersebut? Caranya cukup dengan SMS ke 799, berikut caranya :  Volume based : REGVOLUM  Time Based : REGTIME Tarif smsnya Rp 500,- 2. Postpaid/Paska bayar o Kartu Starone postpaid ini ada tarif paketnya yaitu : Rp 150.000,- / Gb (GegaByte) dan untuk kelebihannya Rp 500,- / Mb (Mega byte). Untuk produk Starone dapat berjalan pada kecepatan 115kbps, cukup murah kan dengan tarif segitu? MATRIX Bicara mengenai GPRS kartu Matrix ini selalu terjadi perubahan dari waktu ke waktu terutama mengenai tarif. Dan untuk informasi tarif terupdate adalah per tanggal 1 Oktober 2007 ( meski hanya revisi beberapa tarif namun tetap ada persamaan dengan tarif lama ). Matrix mempunyai beragam paket untuk tarif GPRS, knapa bisa seperti itu? Karena matrix mempunyai banyak fitur2 mengenai penggunaan GPRS. Namun yang akan saya informasikan mengenai akses internetnya saja. Berikut daftar harganya : 1. Tarif retail Matrix Rp 5,-/kb. o Tarif sebelumnya adalah Rp 10,-/kb, namun semenjak 1 Agustus 2007 sudah menjadi rp 5,-/kb. 2. Paket 3,2 G ( paket lama namanya paket Gold ) yaitu Rp 800.000,-/3.2 GByte o ini adalah perubahan terhadap paket lama yaitu Paket Gold yang dahulu Rp 800.000,- /250Mb namun sekarang kuotanya sudah dirubah menjadi 3.2 Gbyte. Namun paket ini hanya untuk pelanggan existing saja (yang dahulu sudah punya paket Gold) karena per 17 Sept 2007 sudah tidak dilakukan penawaran kembali. 3. Paket Super yaitu Rp 200.000,-/550Mbyte 4. Paket Extra yaitu Rp 100.000,-/250Mbyte 5. Paket Data 100MB yaitu Rp 75.000,-/100Mbyte 6. Paket Data 5Mb yaitu Rp 50.000,-/50Mbyte Untuk kelebihan penggunaan terhadap semua paket tersebut dikenai tarif Retail. Lalu lebih murah mana Prepaid dan postpaidnya indosat? Jika secara retail lebih menguntungkan menggunakan Mentari/IM3 namun jika kita menggunakan paket Matrix, maka lebih menguntungkan menggunakan Matrix. Dan yang lebih menyenangkan lagi jika anda dalam area 3G, sudah dapat harga murah dan aksesnya lebih cepat lagi….. Silahkan dihitung MATRIX BROADBAND Untuk yang satu ini, kelasnya sudah beda. Bagi yang punya kocek lebih dan gila kecepatan namun tetap mendapatkan tarif murah, ini adalah solusinya. Kartu ini sudah berjalan pada 3.5G dengan HSDPA nya yang kecepatannya mampu menembus diatas 2Mbps. Didalam iklannya bisa mencapai 3.6Mbps karena memang secara kartu dan datacardnya sudah support sampai kesana, namun itu terjadi jika kondisi jaringan tidak penuh (sudah ada di blog sebelumnya ). Berikut penjelasan tarif untuk paket broadband yang mengacu tarif baru per tanggal 1 Oktober 2007. 1. PROGRAM RETAIL o periode promonya 1 Oktober 2007 – 31 Desember 20072. PROGRAM BUNDLING DATACARD o periode promonya 1 Oktober 2007 – 31 Desember 2007o Dengan beragamnya paket koneksi ke internet punya Indosat tersebut merupakan suatu bentuk pemberian sarana bagi masyarakat untuk memudahkan mereka mengarungi dunia cyber sesuai dengan kebutuhan dan kelasnya. Lalu bagaimana solusi mendapatkan nilai termurah? Tinggal bagaimana pengunaannya, jika kebutuhan anda hanya untuk browsing maka sebaiknya anda menggunakan paket Volume Based, namun jika anda ingin banyak melakukan download file maka sebaiknya mengunakan Time Based. Kesimpulanya, jika anda menggunakan matrix broadband dengan paket kecil, maka gunakan sebagai browsing, namun jika ingin download, gunakan Mentari/Im3 lalu gunakan perhitungan Time based syaratnya jika anda dalam posisi terima sinyal 3G. Jika tidak solusi lain ya gunakan kartu Starone. Gimana? asyikkan? masih mau mencoba membandingkan tarif GPRS kartu lain?4 Responses to “BERAPA SIH TARIF INTERNETNYA INDOSAT?” 1. oghex keren Says: Oct 8, 2007 at 8:12 am Pak bram…mau tanya nih…saya pake indosat 3G..ada beberapa situs yg sekarang tidak bisa saya buka..misalkan h**p://kaskus.us , untuk membuka web2 yg tidak bisa saya buka ini saya harus menggunakan proxy baru bisa terbuka..kira2 kenapa pak ? padahal sebelum2nya bisa tuh.. Note.kalo saya pake koneksi lain provider tidak ada masalah dengan situs2 tersebut Regards 2. Bramrider Says: Oct 8, 2007 at 9:01 am Untuk saat ini, saya coba buka untuk kaskus tersebut juga tidak bisa, saya coba pake 2 koneksi. Dan saya coba buka pakai yahoo, ada informasi seperti ini ” Below is a cache of http://www.kaskus.us/. It’s a snapshot of the page taken as our search engine crawled the Web. We’ve highlighted the words: kaskus The web site itself may have changed. You can check the current page (without highlighting) or check for previous versions at the Internet Archive.” Dan saya buka arcivenya, kok hanya ada sampai bulan juli 07 ya? http://web.archive.org/web/*sa_/http://www.kaskus.us/ Menurut saya sih situs tsb sedang di maintenance, karena aksesnya sangat berat dan hasilnya blank. Nanti saya coba cari permasalahannya. Maturnuwun. Salam. 3. oghex keren Says: Oct 8, 2007 at 10:48 am Thx pak infonya…coba pak bram buka kaskusnya pake gateaway http://kproxy.com pasti bisa dibuka atau dengan proxy yg lain.. temen2ku yg lain juga pake indosat 3g…tapi mereka bisa aja tuh buka situs tsb tanpa proxy.. INdosat blocking ip saya utk akses kesitus tsb atau kaskus yg blocking ip indosat 3g saya ?? Thanks 4. bramrider Says: Oct 9, 2007 at 3:33 am Setahu saya, indosat tidak melakukan blocking ke situs2 tertentu jadi dibuka bebas (andaikan iya, saya malah jadi bertanya “WHY?” ) tapi kalo situs2 tertentu yang memblock IP link Indosat bisa memungkinkan ( mungkin ada masalah, kenakalan atau apa, dan history kaskus pun pernah diserang virus juga), namun IP muncul berdasarkan koneksi, shg ber

ubah2, bisa jadi blocking berdasarkan range IP juga. Untuk mendapatkan info yg lebih jelas masalah block broadband indosat sebaiknya tanya ke Galeri atau call center Indosat aja yg lebih berwenang. Namun menurut saya bukan karena blocking, Saya sudah mencoba melakukan trace untuk situs tersebut, keliatannya ada link yang terputus, dan posisinya bukan dari link indosat. Berikut hasilnya : http://bramrider.files.wordpress.com/2007/10/tracert-kaskus.JPG Andaikan Pak Oghex punya kartu lain, mungkin bisa dicoba melakukan trace shg bisa ketahuan permasalahan dari perbedaan tersebut. Mungkin hanya itu yang bisa saya bantu. BICARA ILMU DAN TEHNOLOGI Menyajikan informasi yang bermanfaat dan tempat diskusi Oct 22, 2007 OPERATOR SELULER TERJEBAK DALAM PERSAINGAN Posted by bramrider under PONSEL Dalam postingan yang lalu mengenai Dian Sastro ternyata mendapat respon yang begitu banyak dari rekan2, bahkan comment yang diberikan banyak bermanfaat bagi pembaca, ada yang mengajak melakukan perhitungan lagi, ada yang melakukan perbandingan dan koreksi tarif, ada yang mengatakan masalah edukasi dan etika, ada yang berpendapat bahwa sudah saatnya beraliran keras / black campaign, ada yang mensupport si A dan si B, dan macam2 comment. Dari banyak hal diatas membuat saya berpikir kembali, apakah makna persaingan tersebut? Keuntungan apa yang didapat dari kerasnya persaingan tersebut? Adakah keuntungan buat pelanggannya? Saya pernah mengikuti training yang diadakan oleh Bpk Wing Wahyu Winarno dosen STIE YKPN Yogyakarta mengenai Tehnologi Seluler dan Internet dimana beliau membahas mengenai ROAMING. Dari kata Roaming tersebut berlanjut sampai ke masalah persaingan operator seluler, dari itu maka terbesit dalam pikiran saya mengenai kondisi sekarang yang terjadi di dunia operator seluler. Menurut Pak Wing, terjadi kesalahpahaman mengenai penggunaan kata ROAMING, kata tersebut digunakan oleh para operator seluler dengan arti kejadian dimana pengguna ponsel mengunakan ponselnya diluar dari daerah yang mengeluarkan nomor ponselnya. Misal, nomor yogyakarta digunakan di Jakarta atau kota2 lain diluar yogyakarta. Namun sebenarnya ROAMING itu adalah saat kartu operator tertentu mengunakan jaringan / network operator lain. Misal, nomor indosat mengunakan jaringan Telkomsel. Sehingga roaming dikenai biaya tertentu karena menggunakan network operator lain. Saya setuju dengan pendapat ini, karena istilah ROAMING INTERNASIONAL juga artinya kartu dari operator tertentu mengunakan network operator lain di luar negeri, jadi bukan menggunakan network operator dari kartu itu juga tapi posisi di luar negeri. Sehingga sangat aneh jika kartu dibawa ke luar daerah (dalam negeri) dikenai biaya roaming, krn masih mengunakan jaringan sendiri juga. Namun ternyata di Indonesia, untuk masing2 operator tidak dapat melakukan roaming yaitu kartu operator tertentu menggunakan jaringan operator lain. Masalahnya dimana? • Gentho : Ooo…. roaming ki iso berarti Salah Kamar yo dab? dadi nek aku turu ro bojoku nang kamar mertuoku yo… • Dab Rider : yo ora, misalle nek koe turu ro mertuomu nang kamar mertuomu…. • Gentho : Ooo. ngono..lha nek turu ro mertuoku nang kamar bojoku… • Dab Rider : yo podo wae ah.. • Gentho : lha ning ra mbayar ki? • Dab Rider : Luweehhh…. Pernahkah anda mencoba melakukan pemindahan jaringan ponsel anda menggunakan jaringan operator lain? Hasilnya bagaimana? Forbidden dan ponsel tidak dapat digunakan ( kadang hal ini dilakukan untuk location update jika ada permasalahan dalam jaringan, setelah itu dikembalikan ke jaringan semula ). Namun jika anda di luar negeri,anda dapat melakukan pemindahan tersebut, Kenapa bisa? Karena selain diaktifkannya International Roaming / IR, juga operator tersebut sudah menjalin kerjasama dengan operator di luar negeri. sehingga dikenakan biaya roaming yaitu jika anda menerima telponpun dikenakan biaya. Nah, permasalahannya adalah menjalin kerjasama. Saya pikir lebih baik sejak awal antar operator seluler di Indonesia itu menjalin kerjasama karena banyak keuntungannya yaitu terjadi penghematan biaya operasional, tarif murah namun mendapatkan income yang besar, mutu dan kualitas dapat diandalkan dan pelanggan lama/existing dapat diperhatikan dan dipertahankan. Loh…. Tahu dari mana antar operator tidak terjalin kerjasama? karena dari beberapa hal yaitu : Tidak dapat menggunakan jaringan operator lain Ini adalah permasalahan yang sangat mendasar sekali, karena konsep dalam berbisnis di Indonesia yang keras dalam persaingan, sehingga arogansi dan egois yang muncul. Sebenarnya jika ini dapat dilakukan maka dapat melakukan penghematan dalan biaya operasional yang tertinggi yaitu pendirian menara BTS (base transceiver station yang menjembatani perangkat komunikasi penguna dengan jaringan menuju jaringan lain). Misalnya, dibutuhkan 250 BTS untuk menjangkau luas seluruh wilayah Yogyakarta, maka sebaiknya untuk pendirian BTS tersebut dibagi dalam jumlah operator yang ada diYogyakarta, misal ada 5 operator seluler, maka masing2 cukup mendirikan 50 BTS yang letaknya ditentukan sesuai kesepakatan. Kemudian pelanggan kartu seluler cukup pindah menggunakan network yang dia dapat pada posisinya saat itu dengan ketentuan biaya yang sudah ditentukan masing2 operator jika terjadi roaming tersebut. Namun kondisi saat ini adalah, operator A mendirikan 250 BTS, operator B juga mendirikan 250 BTS dan seterusnya. Seharusnya dapat menghemat 200 biaya pembangunan BTS dan dengan hematnya biaya operasional tersebut, maka tarif telepon dapat lebih murah lagi meskipun dengan kondisi roaming. Contohnya adalah pada Mesin ATM Bank, tidak perlu mendirikan banyak mesinATM dalam satu wilayah, tapi cukup kerjasama dengan bank lain agar uang tersebut dapat diambil dari mesin ATM Bank lain. Siapa yang diuntungkan? Bank dan nasabah, tidak perlu repot2 memikirkan pendirian mesin ATM di banyak wilayah dan nasabah tidak perlu bingung mencari2 ATM untuk mengambil uang. Operator baru susah mendapatkan interkoneksi Interkoneksi adalah menghubungkan antar operator sehingga operator A dapat menghubungi operator B dan sebaliknya. Dalam prakteknya, interkoneksi tidak selalu mulus sebagaimana gambaran ideal pada tataran normatif. Permasalahan yang muncul yaitu diawali dengan perbedaan manajerial di masing-masing operator, yang mengakibatkan perbedaan interprestasi maupun prefensi. Kadang adanya keengganan dari operator lama memberikan fasilitas interkoneksi karena bagaimanapun operator pencari akses akan menjadi pesaing. Pernah anda menggunakan kartu dari operator seluler baru? Apakah sudah bisa untuk menelpon keoperator seluler lain? atau Ada operator seluler baru yang lama dalam proses launching? Ada juga proses interkoneksi melakukan persyaratan yaitu operator A mensyaratkan kondisi interkoneksi dengan operator B terkait dengan operator C. A hanya bersedia interkoneksi dengan B apabila yang terakhir terlebih dahulu sudah koneksi dengan C yang notabene masih bersaudara dengan A. Atau mungkin ada juga yang perlu membayar biaya interkoneksi untuk operator baru kepada operator lama (duit lagi..duit lagi…). Untuk pelanggan seluler, ini bukan menjadi urusannya, yang penting dapat digunakan untuk interkoneksi dan tidak berdampak pada tarif. Ini seharusnya tantangan pemerintah selaku regulator dan para operator seluler. Pembatasan interkoneksi antar seluler Pernahkah anda susah dalam menelpon nomor dari operator lain? mungkin sampai 5 kali dial atau lebih baru bisa nyambung. Kemudian anda bertanya kepada operator seluler anda dan jawabanya operator lain sedang bermasalah, lalu anda bertanya pada operator lain dan jawabannya, permasalahan pada operator anda. Lalu permasalahan dimana? Ibarat anda mau masuk ke rumah tetangga anda, maka anda harus mengetuk pintu dulu, nah tergantung tetangga anda mau membukakan pintu atau tidak? Ini biasanya adalah masalah jumlah koneksi yang dapat dilakukan, sehingga jika seharusnya dapat dilakukan koneksi sejumlah 16 penelpon, namun hanya diberikan 8 penelpon, sehinga harus melakukan antrian untuk 8 jalur tersebut. Jadi, sudah mendapatkan ijin interkoneksi namun m

asih ada pembatasan. Hal ini dilakukan mungkin, untuk menghindari masalah jaringan untuk koneksi internal operator tersebut. Lebih mengutamakan pengguna selulernya sendiri sehingga mudah dalam menelpon untuk sesama operator. Dan bisa juga karena ketatnya persaingan antar operator sehingga dapat untuk menjatuhkan operator seluler lain. Lalu, siapa yang dirugikan dari hal tersebut? Pastinya operator seluler dan pelanggan. Terjadi persaingan yang makin keras, terutama masalah tarif dan iklan Sudahkah anda lihat iklan iklan terbaru? Makin menggiurkan bukan tentang janji-janji dari operator seluler tersebut. Sudah brapa banyak operator seluler saat ini? Tapi pastinya yang ditawarkan adalah tarif murah melakukan telpon, sms dan fasilitas lainnya. Namun, sudahkah anda berpikir untuk memilih dari segi kualitas, baik dari kartu, jaringan sampai dengan pelayanan yang bagus? Percuma jika anda memilih kartu yang paling murah namun susah buat telepon, susah buat sms, bahkan ada yang susah ditelpon. Jika anda seorang pebisnis, anda sudah dirugikan brapa juta atau bahkan milyar jika anda tidak dapat telpon atau dihubungi? Apalagi jika sudah tarifnya mahal banyak problemnya lagi Itulah kondisi operator seluler saat ini, karena ketatnya persaingan untuk mendapatkan pelanggan, sehingga menurunkan tarifnya untuk memikat pelanggan baru, dengan turunnya tarif maka terjadi penurunan pula untuk kualitas baik kartu sampai jaringan. Apalagi ditambah dengan makin kerasnya iklan2 dalam mengkampanyekan produk mereka sambil memperolok operator lain. Lalu untungnya dimana? Pasti vendor yang membuat iklan tersebut karena bentar2 bikin iklan…. Kesimpulan yang didapat, Sebenarnya lebih menguntungkan sistem kerjasama antar operator untuk bisnis seluler di indonesia. Persaingan yang ketat dan tidak sehat menyebabkan proses pembangunan/perluasan wilayah yang terhambat, proses penigkatan fiture yg tidak optimal dan terjadi penurunan kualitas, semua dikarenakan biaya operasional tinggi namun pendapatan kecil penyebabnya yaitu tarif murah hanya untuk persaingan. Dan buruknya persaingan antar operator seluler sehingga operator lebih mementingkan kepada pertambahan jumlah pelanggan sedangkan pelanggan lama tidak lagi diperhatikan. Padahal seharusnya, tarif murah itu berlaku kepada pelanggan yang sudah lama mengunakan jasa operator seluler tersebut. Makin lama maka makin mendapatkan benefit yang lebih menguntungkan? Sudahkah anda mendapatkan itu? Wassalam.

Explore posts in the same categories: info

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: