Port Forwarding Modem ADSL Speedy, Webserver Komputer Local menjadi Public..

Apakah halaman utama konfigurasi modem anda seperti berikut ini..?


Jika iya, maka anda dapat melakukan konfigurasi modem seperti berikut:

Langkah pertama, catat IP Address modem anda saat ini (Jika menggunakan Speedy Personal, alamat ini akan selalu berubah setiap modem melakukan restart). Seperti yang tertera pada screenshoot diatas, bahwa IP modem yang terdaftar saat ini adalah 125.164.99.23 (alternatifnya dapat anda buka alamat www.whatismyip.com).

Langkah kedua, catat alamat IP komputer yang akan digunakan sebagai web server. Secara umum adalah 192.168.1.3 jika anda menggunakan DHCP (automatic configuration pada Windows atau roaming mode pada Linux). Atau lebih jelas bisa anda ketik perintah berikut melalui command prompt Windows pada komputer yang akan digunakan sebagai web-server tersebut:

ipconfig

atau, ketik perintah berikut jika anda menggunakan sistem operasi GNU/Linux melalui shell (terminal):

ifconfig eth0

Kembali ke halaman konfigurasi modem ADSL anda. Klik Tab “Services“, secara default anda akan berada dalam halaman “Network Address Translation (NAT) Configuration“. Pada combo box “Nat Options” pilih “NAT Rule Entry“. Kemudian klik tombol “Add“. Aksi tersebut membuka pop-up form konfigurasi, maka isikan nilai sebagai berikut:

Rule Flavor : RDR
Rule ID : 2
IF Name : ALL
Protocol : ANY
Local Address From : 192 168 1 3
Local Address To : 192 168 1 3
Global Address From : 125 164 0 0 (range awal atau IP modem anda sekarang)
Global Address To : 125 164 255 255 (range akhir atau IP modem anda sekarang)
Destination Port From : HTTP (80)
Destination Port To : HTTP (80)
Local Port : HTTP (80)

Untuk menentukan range awal Global Address, berbasis pada IP modem anda saat ini 2 byte terakhir diganti dengan 0.0, dan untuk range akhir Global Address, IP modem anda saat ini dengan 2 byte terakhir diganti dengan 255.255.

Begitu anda melakukan klik tombol Submit, maka seketika webserver pada IP local anda sudah dapat dipanggil dari komputer luar. Tapi ingat, anda sendiri tidak dapat merasakan efeknya, karena jika diakses dari komputer yang satu jaringan dengan modem maka akan tetap keluar halaman konfigurasi modem. Akan tetapi jika diakses dari komputer diluar jaringan modem, maka redirecting port 80 akan bekerja. Jika setelah diakses dari luar masih keluar jendela login konfigurasi modem ADSL, maka lakukan commit dan reboot.


Kurang puas dengan penjelasan diatas, baiklah akan saya coba jelaskan lebih detail, namun tolong benarkan jika ternyata saya salah.

  • Baris pertama “RDR” mungkin artinya adalah redirect.
  • Baris kedua di-isi dengan nilai 2, karena sebelumnya sudah ada rule nomor 1 secara default.
  • Kemudian pada baris ketiga untuk IF Name kita gunakan “ALL” supaya modem dapat melakukan pengenalan redirecting secara otomatis.
  • Baris berikutnya, protocol kita pilih “ANY” daripada bingung menentukan mana saja yang dipakai, hehe..
  • Nah bagian berikutnya ini yang penting, Local Address From/To adalah range IP Address Local target redirecting port. Jika di isi dengan range alamat tertentu, maka modem akan melakukan network load balancing pada komputer yang terdaftar pada DHCP. Artinya modem akan membagi load request ke beberapa komputer dalam jaringan, tentunya dianjurkan dengan data webserver yang sama. Jika anda hanya berencana menggunakan satu komputer saja sebagai webserver, maka isikan dengan alamat IP lokal komputer tersebut, sebagai contoh “192.168.1.3“.
  • Parameter berikutnya adalah range alamat IP Public yang kita dapatkan dari telkom. Amannya kita buat sama sesuai IP yang kita dapat saat ini. Namun secara teory, jika kita tahu range IP yang digunakan speedy pada daerah anda, maka kita tidak perlu melakukan konfigurasi ulang setiap kali modem melakukan restart. Sebagai contoh, untuk wilayah Kota Malang, IP Modem SPEEDY selalu 125.164.xxx.xxx. Jadi supaya modem ADSL dapat melakukan redirecting secara otomatis, saya gunakan range “125.164.0.0” sampai “125.164.255.255
  • Untuk tiga konfigurasi terakhir sudah sangat jelas bahwa dua diatas adalah port request untuk web-server (80), dan yang terakhir adalah port web-server komputer ip lokal anda (boleh jadi anda tidak menggunakan port 80).

Satu hal lain yang perlu di-ingat, jika anda juga berencana melakukan forwading port lain, request untuk keperluan tertentu sehingga komputer ip-local anda dapat benar seperti menggunakan ip-public, maka lakukan hal yang sama, namun untuk port yang berbeda (sesuai request).

Explore posts in the same categories: internet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: